Siapa Saya?

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia

an Unfortunate Fate.

When I look outside the window, I feel like I'm trapped in an isolated house.
I want to escape from this solitary world.

Kenangan pahit untuk masa depanku.
I'm trapped in an unfortunate fate.
Andaiku bisa kembali, semudah ku melihat tweets lamaku.
Those hard times yet it was full of memories.

This weekends.
Akan menjadi akhir pekan terakhir dengan eksistensi dia.
Esok, adalah hari kami berkumpul menangisi perpisahannya.
Please, don't make this even worse.
Please, forgive all my sins and mistakes.
Please, support me to stay strong, to go through these hard times even when I'm all alone.
God, I demand your help.

Karma DOES Exist.

ada pepatah sederhana yang gue inget sampai sekarang dari komik Doraemon.
Hidup ini bagai tali tambang, Dua tali (keburukan dan kebaikan)saling mengikat untuk membentuk takdir seseorang. Intinya, setelah ada kebaikan pasti ada keburukan dan begitu pula sebaliknya.
Dari semenjak gue bersekolah di Sekolah Dasar sampai SMP secara singkat gue lebih sering mendapatkan kebahagiaan dan sekarang mungkin saat nya tali keburukan melilit takdir hidup gue. Ya, semenjak dari SMA hidup gue berubah 180 derajat, ini buruk. Gue berusaha untuk selalu bersyukur atas apa yang gue dapat dan melakukan yang terbaik untuk tugas yang gue terima tapi sepertinya itu tidak cukup.

Mentalku tersiksa disini, tak ada yang mengerti cuma aku yang tau. satu satunya halaman yang bisa kuisi dengan benakku hanya disini.

teman teman gue masih banyak yang bisa menyemangati tapi sepertinya memang gue sendiri yang harus bertindak. walaupun begitu, gue bingung. Darimana gue harus memulai? Dimana gue akan berakhir? Apakah ini yang terbaik? Ataukah karma akan menunggu disisi lain? gue hanya bisa berdoa dan dengan sedikit usaha lemah gue.

------------------------------------------------------------------------------------

They are laughing, smiling, creating a piece of good memory in their life. While I'm all alone here, stunned, and watching them having fun, without me.
Frankly, I envy them.
Some People say, being a teenager is one of the greatest time in your life. I'm the type of guy who hate to regret. However, if I haven't done anything worthy at this time of my life. Surely, I'd regret it in the future. This is such a dreadful situation. I'm psychologically tortured. Help me to restore my sanity.
always pray to your God for the best and thank thee.
Just be careful, because karma does exist.

Gloomy Story

Di bulan Februari ini, gue lagi liburan half-term selama seminggu. Sisa liburan tinggal 2 setengah hari lagi . . . -_-

minggu minggu yang melalahkan telah usai ...
ya, mock exam telah usai ... gue udah dapet hasil nya. Saat gue lihat nilai nilai gue, gue tersenyum sendiri, sampai mata gue melirik pada nilai matematika...
gue terpuruk jatuh, tangan gue bersender ke tanah ikut memangkul berat badanku. Tiba-tiba semua lampu mati dan cuma ada satu lampu menyoroti diriku (lebay)

ugh... pokoknya nilai matematika gue kali ini hancur lebur . . .
awalnya gue pikir itu tidak masalah, karena ini hanyalah sebuah try out. Temen temen gue juga mikir sedemikian rupa. Walaupun begitu, gue sampai pada titik dimana gue sadar, bahwa tidak akan ada kelas 12 untuk tahun depan di sekolah yang sama. Yang artinya, gue emang harus pindah ke sekolah lain . . . GOD...

Dari sekarang gue sudah coba untuk apply ke empat sekolah. Ini adalah situasi yang merugikan, karena jarang sekali seorang pelajar kelas 11 pindah sekolah saat akan naik ke kelas 12. Tapi, disisi lain, kalo gue tetep menetap di sekolah yang sama juga merugikan... kenapa? karena jujur saja gue ga suka sekolah gue yang sekarang.
euh ... aku bingung bagaimana cara menjelaskannya.
kelas gue cuma ada 7 orang, jika 7 orang itu kompak satu sama lain, mungkin gue akan bahagia. Tapi ini tak semudah itu.
kelas ini sangat kompetitif, tak ada satu orang pun yang mau jadi seorang "badut" disini. suasana serius disetiap detiknya, sangat berbeda dari pada kelas gue yang sebelumnya di Bandung.
Situasi ini terlalu complex untuk dituliskan dengan kata kata...

mungkin ada yang berfikir,"Ah itu mah kamunya aja yang belum terbiasa dengan sekolah international"
aku juga sempat berfikir seperti itu ... mungkin kesalahannya bukan dari kelas ini, tapi dari diriku sendiri. Karena gue punya background yang berbeda, kultur yang berbeda dan bahasa yang berbeda. Tapi... sekali lagi, ini tidak semudah itu. Gue bisa dengan lebih mudah bergaul dengan adik kelas gue. Gue serius. Bergaul dan ngobrol dengan adik kelas gue jauh lebih mudah dan enjoyable dari pada dengan teman teman sekelas gue sendiri.

Ada banyak cerita lain lagi yang membuat gue tersiksa disini. Gue akan share salah satunya. Gue punya teman bernama Iman (nama gue samarkan), dia juga orang Indonesia sama seperti gue tapi di Indonesia dia tinggal di Bekasi. Gue masih inget kalimat pertama yang gue tanya ke dia,"Eh, lu yang nama facebooknya taman lawang itu kan?" dan dia menjawab,"iya, kok lu tau?".
yup, betul. Nama Facebook dia saat itu adalah Taman Lawang dst (gue ga begitu inget).
Gue ga sengaja nemu Facebooknya sebelum hari pertama gue di sekolah C (nama gue samarkan). Saat itu gue iseng nyari Facebook page nya sekolah C ini dan gue liat siapa saja yang Like page ini. Gue melihat Profile Pic seseorang berkulit hitam, bermata tajam & rambutnya yang seperti orang baru bangun tidur bernama Taman Lawang dst. Gue kira bisa saja dia bukan satu kelas dengan gue. Esok harinya, gue datang paling awal ke kelas dengan seragam yang gue masukan ke celana seperti seorang kutu buku. Lalu datang lelaki lain yang gue akhirnya kenal bernama Alex. Selanjutnya datang pemuda2 lainnya Hussain, Jordan, Jason (nama gue samarkan) dst. Lalu tiba tiba Ivan masuk dengan rambut panjangnya yang keriting, tangan dimasukan ke saku dan tas yang cuma satu sisi diangkatnya. Seseorang ketawa kecil "pfft" saat dia berjalan dengan punggung yang membungkuk (ya, itu gaya berjalannya). Saat itu gue berfikir gue beruntung bisa sekelas dengan orang yang datang dari negara yang sama asalnya dengan gue. Tapi semakin hari gue semakin mengenalinya dan semakin gue membencinya. Gue tersiksa dengan cara berbicara dia yang suka merendahkan lawan bicaranya. Dia orangnya tidak sombong, tapi cara dia mengobrol itu membuatku gila! Dia selalu berpersepsi bahwa dia lebih banyak tau dari pada orang lain. Ketika dia bertanya,"lu tau game "ini"?" secara pengalaman memang gue pernah main game itu walau cuma untuk iseng semata dan gue jawab ,"oh iya, game itu gue pernah coba tuh tapi buat iseng iseng aja" lalu dia bertanya balik ,"EMANG YANG MANA??" dengan wajah yang dicondongkan, mata yang meremehkan dan nada yang menusuk. Gue rada bingung, karena dari dulu gue ga pernah dicurigai berbohong seperti itu, dan gue emang bukan seorang pembohong, gue menjawab apa adanya, kalo gue ga tau ya gue jawab gue ga tau. Sampai sekarang baru gue berhasil nanya kenapa dia harus tanya balik begitu, dan dia jawab dengan santainya,"yahh, pengen make sure ajaa"
-_- GOD
dengan begitu gue simpulkan dia menganggap gue seorang pembohong dan kenapa dia menganggap gue pembohong? karena dia mempunyai sifat itu. Maksud gue, jika seseorang suka berbohong dan punya mindset berbohong maka ketika dia melihat orang lain dengan situasi dimana dia suka berbohong maka dia berfikir,"wah, biasa pas kayak gini gue bohong jawabnya ... mungkin aja dia jawabnya juga bohong". Aku harap pembaca mengerti, maaf saya tak jago menerangkan ...
dan juga masih banyak hal hal lainnya yang membuat dia dikucilkan dari kelas ini. sampai ada temen cewe gue yang satu komplek dengannya bilang kalo dia itu sering nge-stalk cewe ini... -_-
Dan sekarang gue punya berita.Iman dalam beberapa minggu akan pindah ke Abu Dhabi. Tak jelas bagus apa tidak bagus. Karena akhir akhir ini dia sudah mulai bersikap layaknya orang biasa dan lebih mengutarakan apa maksudnya bersikap seperti itu. Cuma ada 4 orang cowo dikelas ini, termasuk gue dan Iman. Dua cowo lainnya sangat akrab karena mereka berdua sangat fanatik bola. Gue dan Iman tidak suka bola jadi biasanya saat mereka main bola saat break time, kita ngobrol ngobrol atau main basket. Gue ga tau nasib gue nanti akan bagaimana, apakah akan bertambah buruk atau hanya buruk. Dia sempat bilang ke gue sambil tertawa,"haha I can't imagine you sitting here by yourself at break time when I go to Abu Dhabi in couple of weeks" gue hanya nyengir dan berfikir. Ya, lu benar Man. Walaupun kita sering ber-argumen, walaupun lu sering buat gue kesal, Walaupun gue anggap gue adalah orang tersial di dunia karena lu, tapi lu adalah satu satunya teman terdekat gue di kelas ini . . . semoga tuhan mencerahkan masa depan kita.

There you go, another gloomy story from my slice of life.

New Year in Seconds

selamat tahun baru 2012 :)
time is ticking faster, aey?

In those two weeks holiday I got, I went back to Indonesia.
It was driving me ridiculously busy yet full filling my happiness.

yes, the happiness I've been waiting for was just a temporary enjoyment.
I was too busy building up plans for my future life. I went to Malaysia to check out 4 universities in one day :). Hopefully, it does worth even just as experiences.

I just got one day for having my nostalgic moment with my friends. However, I got several days having great time together with my cousins and relatives in Bandung. Too bad I was sick in the last days of the holiday, so I didn't use the time efficiently. I was too foolish not to even care about my health. *coughcough err.. this illness still won't go away.

I was really stressed out in the last 3 days of my holiday for being sick because actually I still have some stuffs I want to do. Moreover, 2012 is coming and I think I've got to do something special to make this as a precious memory to be remembered. However, it wasn't quiet what I expected...

In the last 3 days my cousins and relatives have to go back to their hometown, my friends are minding their own new year celebrations, I got to do a 9 hours of private photography lessons, I was sick, and the worse part is that on the next morning after the new year eve, I got to start heading my way to the airport in Jakarta and go back to Doha on the evening. Awesome right?
no ...

and you know what? my parents weren't even care enough to feel what I was moaning about when I had to go for the photography lesson. I bet they thought I was too lazy to wake up on the top of the morning & preparing to have some stuffs to be learn. Miss perception ... I wasn't feeling really well, I was feeling so lonely and I had to go back to the place I don't want to be, in just a few days. I'm being honestly frank here. Because in my real life, I just don't want them to hear what my true feeling is. I expect them to understand it themselves. I can understand my feeling fully, but I'm horrible at communicating it, that's why I can be easily stressed out.
Overall, I respect my parents, I love them. But, these hard times are ruining our understanding towards each other.

...

On the new year eve at about 9:30 PM I was staring at my computer, trying to find my life, searching for some smiles, calling out what I call friends. I was hardly trying to create a precious moment. even in just a virtual way.
My parents called out my name to go off to bed because tomorrow we had to wake up at 6 O'clock in the morning and heading to Jakarta.
I resist.

at 10 O'clock, I turned on the TV, sitting on the couch, listening to the fireworks outside, staring on the screen and had my mind trying to understand my situation. "I can feel the crowd outside but I'm still trapped in this isolated house"

aku pasrah pada keadaan.

at 11 O'clock, my dad went out from his room and ask me to accompany him to go to the boardinghouse he & my relatives were constructing. I just nod and followed him. The boardinghouse were just 50 meters away from my house. When I got there, I was busy taking photo of the fireworks at the third floor. Then my father told me to got even higher to the rooftop. I took a step towards the stairs and surprisingly, the view was outstanding there. I can see the whole city view up there from the west Bandung area all the way to Lembang. Furthermore, there are a lot of people gathering around on the rooftop, most of them are workers who build this boardinghouse but there are also some people from neighborhood. It was such an unforgettable moment. I would call it the last gift of this new year eve.

These are some of those great moment I captured:


Little Houses at Night (Bandung, Indonesia)


Feel the Fire

New Year in Seconds


Firework in Indo

...

oh yeah, I found this really cool website
http://www.moninavelarde.com/newyears/

basically, it will give you some ideas for your resolutions for this new year, 2012. Give it a try

I've got 3 resolutions:
- courageous
- declutter
- available

I'll take those as tips to reorganize my life :)

...

There is a BIG exam I'm going to face in about 5 months. It's an IGCSE exam from Cambridge. When I heard about it ... it seems impossible.
I've got some supports from my family, friends and relatives. Thank you.

aku akan melakukan yang terbaik dan semoga aku mendapatkan yang terbaik :)

...


the time is now rushing without stopping, while I'm still sitting and just day dreaming.
the sun has rise too high behind the clouds, while I'm still sleeping avoiding the crowds.

see ya next time, sob