Di bulan Februari ini, gue lagi liburan half-term selama seminggu. Sisa liburan tinggal 2 setengah hari lagi . . . -_-
minggu minggu yang melalahkan telah usai ...
ya, mock exam telah usai ... gue udah dapet hasil nya. Saat gue lihat nilai nilai gue, gue tersenyum sendiri, sampai mata gue melirik pada nilai matematika...
gue terpuruk jatuh, tangan gue bersender ke tanah ikut memangkul berat badanku. Tiba-tiba semua lampu mati dan cuma ada satu lampu menyoroti diriku (lebay)
ugh... pokoknya nilai matematika gue kali ini hancur lebur . . .
awalnya gue pikir itu tidak masalah, karena ini hanyalah sebuah try out. Temen temen gue juga mikir sedemikian rupa. Walaupun begitu, gue sampai pada titik dimana gue sadar, bahwa tidak akan ada kelas 12 untuk tahun depan di sekolah yang sama. Yang artinya, gue emang harus pindah ke sekolah lain . . . GOD...
Dari sekarang gue sudah coba untuk apply ke empat sekolah. Ini adalah situasi yang merugikan, karena jarang sekali seorang pelajar kelas 11 pindah sekolah saat akan naik ke kelas 12. Tapi, disisi lain, kalo gue tetep menetap di sekolah yang sama juga merugikan... kenapa? karena jujur saja gue ga suka sekolah gue yang sekarang.
euh ... aku bingung bagaimana cara menjelaskannya.
kelas gue cuma ada 7 orang, jika 7 orang itu kompak satu sama lain, mungkin gue akan bahagia. Tapi ini tak semudah itu.
kelas ini sangat kompetitif, tak ada satu orang pun yang mau jadi seorang "badut" disini. suasana serius disetiap detiknya, sangat berbeda dari pada kelas gue yang sebelumnya di Bandung.
Situasi ini terlalu complex untuk dituliskan dengan kata kata...
mungkin ada yang berfikir,"Ah itu mah kamunya aja yang belum terbiasa dengan sekolah international"
aku juga sempat berfikir seperti itu ... mungkin kesalahannya bukan dari kelas ini, tapi dari diriku sendiri. Karena gue punya background yang berbeda, kultur yang berbeda dan bahasa yang berbeda. Tapi... sekali lagi, ini tidak semudah itu. Gue bisa dengan lebih mudah bergaul dengan adik kelas gue. Gue serius. Bergaul dan ngobrol dengan adik kelas gue jauh lebih mudah dan enjoyable dari pada dengan teman teman sekelas gue sendiri.
Ada banyak cerita lain lagi yang membuat gue tersiksa disini. Gue akan share salah satunya. Gue punya teman bernama Iman (nama gue samarkan), dia juga orang Indonesia sama seperti gue tapi di Indonesia dia tinggal di Bekasi. Gue masih inget kalimat pertama yang gue tanya ke dia,"Eh, lu yang nama facebooknya taman lawang itu kan?" dan dia menjawab,"iya, kok lu tau?".
yup, betul. Nama Facebook dia saat itu adalah Taman Lawang dst (gue ga begitu inget).
Gue ga sengaja nemu Facebooknya sebelum hari pertama gue di sekolah C (nama gue samarkan). Saat itu gue iseng nyari Facebook page nya sekolah C ini dan gue liat siapa saja yang Like page ini. Gue melihat Profile Pic seseorang berkulit hitam, bermata tajam & rambutnya yang seperti orang baru bangun tidur bernama Taman Lawang dst. Gue kira bisa saja dia bukan satu kelas dengan gue. Esok harinya, gue datang paling awal ke kelas dengan seragam yang gue masukan ke celana seperti seorang kutu buku. Lalu datang lelaki lain yang gue akhirnya kenal bernama Alex. Selanjutnya datang pemuda2 lainnya Hussain, Jordan, Jason (nama gue samarkan) dst. Lalu tiba tiba Ivan masuk dengan rambut panjangnya yang keriting, tangan dimasukan ke saku dan tas yang cuma satu sisi diangkatnya. Seseorang ketawa kecil "pfft" saat dia berjalan dengan punggung yang membungkuk (ya, itu gaya berjalannya). Saat itu gue berfikir gue beruntung bisa sekelas dengan orang yang datang dari negara yang sama asalnya dengan gue. Tapi semakin hari gue semakin mengenalinya dan semakin gue membencinya. Gue tersiksa dengan cara berbicara dia yang suka merendahkan lawan bicaranya. Dia orangnya tidak sombong, tapi cara dia mengobrol itu membuatku gila! Dia selalu berpersepsi bahwa dia lebih banyak tau dari pada orang lain. Ketika dia bertanya,"lu tau game "ini"?" secara pengalaman memang gue pernah main game itu walau cuma untuk iseng semata dan gue jawab ,"oh iya, game itu gue pernah coba tuh tapi buat iseng iseng aja" lalu dia bertanya balik ,"EMANG YANG MANA??" dengan wajah yang dicondongkan, mata yang meremehkan dan nada yang menusuk. Gue rada bingung, karena dari dulu gue ga pernah dicurigai berbohong seperti itu, dan gue emang bukan seorang pembohong, gue menjawab apa adanya, kalo gue ga tau ya gue jawab gue ga tau. Sampai sekarang baru gue berhasil nanya kenapa dia harus tanya balik begitu, dan dia jawab dengan santainya,"yahh, pengen make sure ajaa"
-_- GOD
dengan begitu gue simpulkan dia menganggap gue seorang pembohong dan kenapa dia menganggap gue pembohong? karena dia mempunyai sifat itu. Maksud gue, jika seseorang suka berbohong dan punya mindset berbohong maka ketika dia melihat orang lain dengan situasi dimana dia suka berbohong maka dia berfikir,"wah, biasa pas kayak gini gue bohong jawabnya ... mungkin aja dia jawabnya juga bohong". Aku harap pembaca mengerti, maaf saya tak jago menerangkan ...
dan juga masih banyak hal hal lainnya yang membuat dia dikucilkan dari kelas ini. sampai ada temen cewe gue yang satu komplek dengannya bilang kalo dia itu sering nge-stalk cewe ini... -_-
Dan sekarang gue punya berita.Iman dalam beberapa minggu akan pindah ke Abu Dhabi. Tak jelas bagus apa tidak bagus. Karena akhir akhir ini dia sudah mulai bersikap layaknya orang biasa dan lebih mengutarakan apa maksudnya bersikap seperti itu. Cuma ada 4 orang cowo dikelas ini, termasuk gue dan Iman. Dua cowo lainnya sangat akrab karena mereka berdua sangat fanatik bola. Gue dan Iman tidak suka bola jadi biasanya saat mereka main bola saat break time, kita ngobrol ngobrol atau main basket. Gue ga tau nasib gue nanti akan bagaimana, apakah akan bertambah buruk atau hanya buruk. Dia sempat bilang ke gue sambil tertawa,"haha I can't imagine you sitting here by yourself at break time when I go to Abu Dhabi in couple of weeks" gue hanya nyengir dan berfikir. Ya, lu benar Man. Walaupun kita sering ber-argumen, walaupun lu sering buat gue kesal, Walaupun gue anggap gue adalah orang tersial di dunia karena lu, tapi lu adalah satu satunya teman terdekat gue di kelas ini . . . semoga tuhan mencerahkan masa depan kita.
There you go, another gloomy story from my slice of life.
Siapa Saya?
Gloomy Story
Diposting oleh
Ari Syuhada
on Kamis, 23 Februari 2012
Label:
galau doha,
kata hati,
school
Pengikut
Postingan Gw
Labels
- galau doha (4)
- kata hati (4)
- Kegiatan (1)
- Kemerdekaan (1)
- liburan (1)
- My Birthday (2)
- school (3)
- summer holiday (1)
- Tahun Baru (1)


0 komentar:
Posting Komentar